Petani Desa Paminggir Saberang Melaksanakan Parcipatory Rural Apraisal (PRA)

Paminggir Seberang (12/10/17), Participatory Rural Appraisal (PRA), adalah istilah yang diberikan kepada pendekatan yang menggunakan metode partisipastif dengan menekankan kepada pengetahuan lokal dan kemampuan masyarakat untuk membuat penilaian sendiri, menganalisis sendiri, dan merencanakan sendiri. PRA memfasilitasi proses saling berbagai informasi (information sharing), analisis, dan aktifitas antar stakeholders.

Menurut Kepala Bidang Penyuluhan Pertanian Dinas Pertanian Kabupaten Hulu Sungai Utara ibu Paryati, S.Pi, “PRA yang dilaksanakan ini adalah untuk mengidentifikasi masalah yang ada di desa terkait dengan kegiatan usaha tani, untuk mencari solusi dari permasalahan yang ada tersebut, dimana PRA ini dilakukan dengan 3 cara,  yaitu membuat sketsa/Peta Desa,  Diagram Venn Kelembagaan dan membuat kalender musim/tanam. Selanjutnya hasil PRA ini digunakan untuk menyusun program dan kegiatan desa dalam rangka menunjang kegiatan usaha tani yang akan datang”.

Permasalahan yang dihadapi oleh petani di Desa Paminggir Seberang adalah lahan pertanian yang sering tenggelam,  pada saat musim kemarau sering mengalami kekeringan, sulitnya mengatur tata air,  dan masih kurangnya alat panen dan pasca panen.

Dari permasalahan yang dihadapi petani tersebut ada beberapa kegiatan yang perlu dilaksanakan, diantara gotong-royong peninggian tanggul,  penambahan mesin pompa air, dan alat panen dan pasca panen.  (h@m)

 

 

 

 

 

Leave a Reply